Sabtu, 31 Maret 2012

BAB 1 SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


BAB 1
                Sistem Perekonomian Indonesia

Pengertian Sistem

Menurut Zahara Idris, sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari atas komponene-komponen atau unsur – unsur sebagai sumber – sumber yang teratur tidak sekedar acak yang saling membantu untuk mencapai suatu hasil.
Menurut J.C. Hinggins, sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
Menurut L. James Havery, sistem adalah prosedur logis dan rasional untuk merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu dengan yang lainnya dengan maksud untuk berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam usaha mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
Secara garis besar sistem adalah kesatuan dari beberapa unsur yang memiliki tujuan yang sama,dan saling menopang antar unsur yg satu dgn yang lain agar tujuan dapat tercapai.

Pada awal mulanya dunia tidak mengenal sistem Ekonomi Kapitalis, yang di kenal hanya system Ekonomi dari nenek moyangnya yang bersifat Tradisional. Dimana sistem ini mempunyai spirit demokrasi yang didalamnya mengajarkan sosial ekonomi, politik dan budaya. System ekonomi Tradisonal mempunyai prinsip kekeluargaan sehingga rasa tolong menolong dan toleransi sangat di jungjung tinggi menuntun para pelaku ekonomi untuk lebih memikirkan kesejahteraan daripada mengambil keuntungan semata.

Namun setelah memasuki abad ke 19 dunia mengalami perubahan yang sangat pesat terutama di bidang industri, yaitu dengan di tandai dengan terjadinya Revolusi Industri yang memicu lahirnya system Ekonomi kapitalis yang mengakibatkan sistem ekonomi nenek moyang yang bersifat sosialis tersebut tersingkirkan dan sekaligus merubah paradigma para pelaku ekonominya. Revolusi Industri ini tidak serta merta hanya merubah perekonomian saja tetapi merubah taraf hidup pelakunya menjadi lebih baik. tetapi tidak semua orang mengalami perbaikan dalam hidupnya hanya orang-orang kuat dan tangguh yang bisa bertahan, mengapa? Karena system ekonomi ini menuntut manusia merubah paradigmanya untuk lebih memikirkan hidupnya sendiri tanpa melihat kesejahteraan orang banyak dan rasa tanggung jawab yang kurang.

Terjadinya Revolusi Industri tidak berpengaruh banyak pada peningkatan taraf hidup beberapa lapisan masyarakat, yang ada malah menyebabkan kemiskinan yang meningkat. Pembangunan pabrik-pabrik Industri besar menyebabkan hilangnya perekonomian kecil yang tidak sangup mengikuti persaingan. Inilah yang menyebabkan terjadinya kesenjangan social, dimana orang-orang yang mempunyai modal dialah yang berkuasa, tetapi orang-orang yang taraf hidupnya rendah, mereka hanya bisa menikmati penindasan yang secara tidak langsung mengarahkan mereka pada kemiskinan

Melihat keadaan social pada waktu itu, maka munculah sekelompok orang yang menyebut dirinya sebagai reformer (pembaharu), dimana golongan ini mempunyai inisiatif untuk melakukan perubahan terhadap masyarakat yang tertindas. Mereka melakukan usaha untuk meningkatkan taraf hidup dengan cara melakukan sumbangan sumbangan dan pengadaan fasilitas gratis yang bisa digunakan. Namun tidak bagi golongan yang menyebutkan dirinya sebagai golongan konservatif. Golongan ini menganggap bahwa kemiskinan bukan masalah mereka, kemiskinan hanyalah tanggung jawab pemerintah dimana pemerintahlah yang seharusnya melakukan perbaikan dan membantu pada masyarakat rendah yang mengalami penindasan untuk menjadikan mereka ke arah yang lebih baik.

Setelah sekian lama sistem kapitalis ini berjalan, sistem ini menyebabkan angka kemiskinan bertambah dan kesadaran manusia akan pentingnya kesejahteraan menjadi hilang maka pada pertengahan abad 19 muncullah golongan sosialis, dimana golongan sosialis ini menginginkan perubahan sistem ekonomi yang sedang berjalan yaitu dengan mengusulkan adanya pasar bebas dalam sistem ekonomi, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat da tidak hanya orang-orang yang memiliki modal dan berkuasa yang bisa menguasai perekonomian.

Pada awal abad 20 gerakan yang dilakukan golongan reformer dan sosialis menghasilkan perbahan yang signifikan dimana gerakan golongan reformer dan sosialis ini berhasil memaksa kebijakan politik mengikuti pergerakan mereka.dan memaksa mereka untuk mengeluarkan kebijakan dalam rangka menguasai kehidupan perekonomian.

Perkembangan system perekonomian
Negara negara kapitalis juga mengembangkan beragam bentuk organisasi ekonomi, sebagai cerminan dari berbagai macam hal, tetapi berbeda dengan sejarah dan tradisi kebudayaan yang di anut pada sebelumnya mereka cenderung mengembangkan oeganisasi ekonomi daripada mengembangkan sejarah dan kebudayaan nenek moyang. Swedia dan negara Nordic “negara yang sejahtera” mengembangkan secara khusus dalam tingkatan dari persamaan pemasukan yang mereka capai, dan dalam sejumlah ketetapan sosial dalam keterbatasan dan untuk rakyat pada umumnya. Untuk alasan itu mereka sering berfikir dan menyebut dirinya sebagai “sosialis”. Untuk alasan itu mereka sering berfikir dan menyebut dirinya sebagai “sosialis”.

 Sistem Perekonomian Sosialisme
           
Sosialisme adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Sistem Perekonomian Komunisme

Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.
Sistem Perekonomian Merkantilisme

Merkantilisme adalah suatu teori ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya asetmodal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan bahwa besarnya volum perdagangan global teramat sangat penting.
Sistem Perekonomian Fasisme

Fasisme adalah suatu paham yang mengedepankan bangsa sendiri dan memandang rendah bangsa lain. Dengan kata lain, fasisme adalah
suatu sikap nasionalisme yang berlebihan.

Perekonomian pasar campuran
Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar